Seiring berjalannya waktu, database WordPress akan menumpuk “sampah” digital seperti revisi postingan yang tidak terpakai, komentar spam, dan sisa-sisa data dari plugin yang sudah dihapus. Jika dibiarkan, ini akan membuat website kamu semakin berat. Berikut cara membersihkannya.
Batasi Revisi Postingan
Setiap kali kamu mengeklik “Simpan Draft”, WordPress menyimpan salinan lama artikel tersebut. Jika satu artikel punya 50 revisi, database akan membengkak. Kamu bisa membatasi jumlah revisi dengan menambahkan kode sederhana di file wp-config.php atau menggunakan plugin seperti WP-Optimize.
Hapus Komentar Spam dan Sampah
Komentar yang ada di folder Spam atau Trash tetap memakan ruang di database. Pastikan kamu mengosongkan folder-folder ini secara berkala. Kamu bisa mengaturnya agar terhapus otomatis setiap beberapa hari sekali melalui pengaturan di dashboard.
Optimasi Tabel Database
Tabel database bisa mengalami fragmentasi, mirip dengan hardisk komputer lama. Gunakan fitur “Optimize” yang ada di plugin optimasi untuk merapikan kembali struktur tabel. Ini akan mempercepat waktu respon server saat memproses data.
Hapus Transients yang Kedaluwarsa
Transients adalah cara WordPress menyimpan data sementara untuk mempercepat loading, namun terkadang data ini tidak terhapus otomatis meskipun sudah tidak dibutuhkan. Membersihkan expired transients secara rutin akan menjaga database tetap ramping.
Gunakan Plugin All-in-One
Untuk kamu yang tidak ingin menyentuh kode, plugin seperti Advanced Database Cleaner atau WP-Optimize adalah pilihan terbaik. Plugin ini bisa membersihkan semua sampah di atas hanya dengan sekali klik. Jangan lupa untuk selalu melakukan backup database sebelum melakukan proses pembersihan ini.
Cara Mengoptimasi Gambar dengan Alt Text untuk SEO
Google tidak bisa “melihat” gambar seperti manusia, mereka membaca teks di baliknya. Itulah gunanya Alt Text (Alternative Text). Berikut cara mengaturnya agar gambar kamu menyumbang trafik dari Google Images.
Deskripsikan Gambar dengan Jelas
Tuliskan apa yang ada di dalam gambar secara akurat. Jika gambarnya adalah tutorial setting plugin, tuliskan “Cara setting plugin cache WordPress”. Jangan hanya menulis “Gambar 1” atau “Screenshot”.
Masukkan Kata Kunci Secara Alami
Alt Text adalah tempat yang bagus untuk menaruh kata kunci, tapi jangan berlebihan (keyword stuffing). Pastikan kalimatnya tetap enak dibaca dan relevan dengan konteks artikel yang sedang dibahas.
Jangan Gunakan Kata “Gambar” atau “Foto”
Google sudah tahu itu adalah file gambar. Jadi, daripada menulis “Foto pemandangan gunung”, langsung saja tulis “Pemandangan gunung Merapi saat pagi hari”. Ini lebih hemat karakter dan lebih efektif secara SEO.
Fungsi untuk Aksesibilitas
Ingatlah bahwa Alt Text juga berfungsi untuk membantu tunanetra yang menggunakan alat pembaca layar (screen reader). Dengan mengisi Alt Text yang jelas, kamu juga membuat website kamu lebih ramah bagi semua orang.
Isi Secara Konsisten
Biasakan setiap kali upload gambar ke Media Library, langsung isi kolom Alt Text di bagian kanan layar. Jika sudah terlanjur banyak gambar yang kosong, kamu bisa menggunakan plugin seperti Auto Image Alt Text untuk membantu mengisi secara massal berdasarkan judul artikel.