Heading tag (H1 sampai H6) bukan sekadar untuk memperbesar ukuran huruf. Fungsi utamanya adalah memberikan hierarki pada konten kamu, sehingga mesin pencari tahu mana topik utama dan mana sub-topiknya. Berikut cara optimasinya.
Gunakan Hanya Satu H1 untuk Judul
H1 adalah identitas utama artikel kamu. Pastikan dalam satu halaman hanya ada satu H1, yaitu judul artikel itu sendiri. Menggunakan lebih dari satu H1 akan membingungkan bot mesin pencari dalam menentukan fokus utama konten tersebut.
Gunakan H2 sebagai Poin Utama
Anggap H2 sebagai bab dalam sebuah buku. Gunakan H2 untuk membagi artikel menjadi beberapa bagian besar. Masukkan kata kunci utama atau variasi kata kunci (LSI) di salah satu H2 untuk memperkuat relevansi konten di mata Google.
Gunakan H3 untuk Detail di Bawah H2
Jika di bawah poin H2 kamu butuh penjelasan yang lebih mendalam atau daftar poin-poin turunan, gunakan H3. Struktur ini membuat pembaca lebih mudah melakukan skimming (membaca cepat) untuk menemukan informasi yang mereka cari.
Jaga Urutan Hierarki
Jangan pernah melompat dari H2 langsung ke H4. Selalu gunakan urutan yang logis:
-
H1: Judul Utama
-
H2: Sub-topik Utama
-
H3: Penjelasan detail dari H2
-
H3: Penjelasan detail lainnya dari H2
-
-
H2: Sub-topik Kedua
Buat Heading yang Menarik dan Informatif
Hindari membuat heading yang terlalu singkat seperti “Penjelasan” atau “Langkah”. Buatlah heading yang mengandung manfaat atau menjawab pertanyaan audiens, misalnya “Cara Mudah Memasang Plugin” atau “Manfaat Menggunakan Tema Ringan”.